Tuatara Fosil hidup Ditemukan Di Selandia Baru

Tuatara Fosil hidup Ditemukan Di Selandia Baru – Tidak banyak mahluk yang dapat mengklaim sebagai  salah satu dari jenis  tetapi itu adalah bualan yang dapat dihasilkan oleh tuatara. Faktanya, tuatara adalah salah satu hewan paling unik di dunia. Meskipun terlihat seperti kadal, itu benar-benar sangat berbeda. Ditemukan di Selandia Baru saja, kerabat terdekat tuatara adalah kelompok reptil yang telah punah di sekitar pada saat dinosaurus. Inilah sebabnya mengapa beberapa ilmuwan menyebut tuataras sebagai fosil hidup

Tuatara Fosil hidup Ditemukan Di Selandia Baru

Tuatara Fosil hidup Ditemukan Di Selandia Baru

Tuatara jantan dan betina memiliki lambang sisik runcing, yang disebut duri, di bagian tengah punggung dan ekor mereka. Jantan lebih besar dari betina. Nama tuatara adalah kata asli Maori yang berarti “puncak di punggung atau spiny back. Tuataras tidak memiliki telinga eksternal seperti yang dilakukan kadal; mereka menikmati cuaca yang lebih sejuk, sementara kadal suka hangat; dan, tidak seperti kadal, tuatara aktif di malam hari.

Tetapi bagian tubuh mereka yang paling aneh adalah mata ketiga di bagian atas kepala. Mata memiliki retina, lensa, dan ujung saraf, namun tidak digunakan untuk melihat. Ini terlihat di bawah kulit tuatara muda tetapi menjadi tertutup oleh sisik dan pigmen dalam beberapa bulan, sehingga sulit untuk dilihat. Mata yang unik sensitif terhadap cahaya dan dapat membantu tuatara menilai waktu siang atau musim.

Tuatara Fosil hidup

Tuataras hanya ditemukan di Selandia Baru. Pada tahun 1989, sekelompok tuatara ditemukan di Kepulauan Brothers Selandia Baru, di sebuah pulau “karang” kecil seluas 10 hektar (4 hektar). Sekitar 600 tuatara hidup di sebuah hamparan semak belukar seluas 2,2 hektar di bagian atas pulau. Pada tahun 1990, awalnya diputuskan bahwa Pulau Brothers tuatara adalah spesies terpisah (Sphenodon guntheri), namun peneliti kemudian menyimpulkan bahwa hanya ada satu spesies, yang mencakup semua tuataras: Sphenodon punctatus.

Tuatara dewasa aktif di malam hari karena saat itulah makanan mereka paling tersedia, meskipun mereka keluar dari liang untuk berjemur di bawah sinar matahari. Mereka kebanyakan memakan serangga, terutama kumbang, tetapi sudah dikenal memakan kadal, burung, dan telur burung. Tuataras muda biasanya berburu makanan di siang hari agar tidak dimakan oleh tuatara dewasa di malam hari.(Casino Online)