Sepintas seekor fosa tampak seperti kucing, monyet atau musang

Sepintas, seekor fosa tampak seperti kucing, monyet, atau musang – Ini memiliki cakar dengan cakar seperti kucing, ekor panjang seperti monyet, dan telinga kecil seperti musang, jadi mudah dikacaukan! Meskipun memiliki beberapa kesamaan adaptif dengan kucing, fossa berhubungan erat dengan luwak dan musang. Mantelnya pendek dan padat, biasanya warna coklat kaya dengan semburat keemasan dan perut yang lebih ringan. Ekor fosa mencapai sekitar setengah dari panjang binatang itu!

Sepintas seekor fosa tampak seperti kucing, monyet atau musang

Sepintas seekor fosa tampak seperti kucing, monyet atau musang

Sedikit yang diketahui tentang fosil, terutama karena tidak banyak, dan mereka tinggal di daerah terpencil dan berhutan. Mereka telah membingungkan para ilmuwan sejak tahun 1830-an. Hanya asli negara kepulauan Madagaskar, di lepas pantai timur Afrika, fosil adalah karnivora terbesar di pulau itu. Warga setempat mengucapkan nama “foo-sa” dan “foosh.”

Mitos-mengerti: Legenda Fossa bisa mengisi buku! Kisah yang dilewatkan termasuk kepercayaan bahwa aroma yang ditinggalkan oleh seekor fosa membunuh unggas, hewan tersebut dapat mengkompres mata muridnya sehingga mereka akan hilang sama sekali, dan bahwa fossa itu merayap ke rumah dan mencuri bayi dari boks bayi mereka. Cerita lain menceritakan tentang fosil yang menjilat orang yang tertidur sedemikian rupa sehingga membuat orang tidur tidak trance. Begitu berada di bawah mantra, orang yang tidur tidak bisa terbangun, dan fosa kemudian melepaskan korban yang tak berdaya. Improbable seperti cerita ini mungkin tampak, mereka mencerminkan sifat licik dari fosa.

Fosil adalah binatang cerdas dan tangkas yang bergerak dengan mudah tinggi di pohon-pohon di rumah hutannya, meskipun hewan itu bisa beratnya mencapai 22 kilogram (10 kilogram). Ekor ekstra panjang membantu keseimbangan fosa dan melompat dari cabang ke cabang. Cakar yang dapat ditarik seperti kucing dan sendi pergelangan kaki yang fleksibel membantu memanjat kepala pohon terlebih dahulu! Meski menghabiskan banyak waktu di pohon, fossa sama nyamannya berjalan seperti burung beruang di sepanjang tanah.

Masih ada lagi yang bisa dipelajari tentang fosa langka. Sampai saat ini, diyakini bahwa fosil bersifat nokturnal karena sangat sulit ditemukan di alam liar. Studi terbaru menunjukkan bahwa fosil tidur siang dan berburu siang atau malam, tergantung pada suasana hati atau keadaan. Fosa bisa menempuh jarak hingga 16 mil (26 kilometer) dalam sehari. Ini soliter kecuali selama musim kawin.